Jumat, 04 Januari 2013

Penambahan Alut Sista TNI AU Cukup Signifikan

Kedepan mulai Renstra Pembangunan TNI AU Tahun 2010-2014, kita akan menambah alat utama sistem senjata alutsista yang cukup signifikan, sekitar 102 pesawat baru yang terdiri atas F-16, T-50, Sukhoi, Super Tucano, CN-295, Hercules,Helikopter Cougar, Grob, KT-I, Boeing 737-500 maupun Radar akan segera memperkuat TNI Angkatan Udara.

Pesawat Latih Tempur Goldel Eagel T-50 Dari Korea Selatan
Pesawat Latih Tempur Goldel Eagel T-50 Dari Korea Selatan

Demikian sambutan Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal Madya TNI I.B. Putu Dunia dalam sambutannya yang dibacakan Kadisops Lanud Sultan Hasanuddin Letkol Pnb Widyargo Ikoputra, S.E, mewakili Komandan Lanud Sultan Hasanuddin Marsma TNI Barhim pada Apel khusus menyambut tahun baru 2013, Jumat, (4/1) di Hanggar Skadron Udara 11 Wing 5 yang diikuti oleh seluruh anggota Lanud Sultan Hasanuddin dan Batalyon 466 Paskhas, baik militer maupun Pegawai Negeri Sipil.


Selanjutnya dikatakan, keberhasilan pelaksanaan tugas Angkatan Udara tidak hanya ditentutan oleh kualitas dan kuantitas alat utama yang kita miliki, akan tetapi yang menentukan adalah kemantapan jati diri dan loyalitas dari segenap prajurit serta kesadaran akan tanggung jawab yang mendalam terhadap tugas-tugas yang dihadapi. Kondisi dan kekuatan mental inilah yang harus selalu kita mantapkan dan tingkatkan dari waktu ke waktu, seiring dengan peningkatan profesionalitas sumber daya manusia Angkatan Udara.

Dikatakan, tahun 2012 zero accident belum berhasil kita wujudkan, hal ini perlu upaya lebih keras lagi, bukan saja dari para pelaksana di lapangan, melainkan juga dari pimpinan sebagai penentu kebijakan organisasi, perencana kegiatan, pengambil keputusan, unsur pengadaan materiil, pelayanan personel, pemeliharaan dan pendukung lainnya.

Oleh sebab itu, lanjut Kasau, salah satu upaya yang harus terus kita utamakan adalah mewujudkan zero accident secara berkesinambungan, kita harus fokus pada efesiensi dan efektivitas di segala bidang untuk menghasilkan kesiapan operasional yang optimal. “Upaya Pembenahan dan penyempurnaan di segala bidang harus terus dilanjutkan sejalan dengan dinamika pemantapan satuan, sehingga output akhir dalam peningkatan kemampuan dan kesiapan operasional dapat benar-benar dicapai dan diwujudkan”. Tegas Kasau.



Sumber : TNIA AU

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar