Minggu, 02 Desember 2012

Wakapolri Anggap Malaysia Taik Anj*ng

Video yel-yel pendukung tim sepak bola Malaysia yang menghina dan mencaci Indonesia ternyata juga menarik perhatian Wakil Kepala Polisi RI (Wakapolri) Komisaris Jenderal Nanan Soekarna.

Wakapolri Anggap Malaysia Taik Anjing
Suporter Indonesia saat pertandingan Indonesia melawan Malaysia dalam kompetisi AFF Cup di Stadion Nasional Bukit Jalil, Malaysia (1/12).
  FOTO: Angger Bondan/Jawa Pos
 
Ia bahkan mengaku mendapat sejumlah pesan singkat yang kesal dengan adanya aksi suporter Malaysia tersebut. Hal ini diungkapkan Nanan saat menghadiri malam Sarasehan Budaya bersama Emha Ainun Najib alias Cak Nun di Auditorium PTIK, Jakarta, Jumat (30/11).

Dia cerita, banyak menerima layanan pesan singkat (SMS) karena sakit hati atas ulah suporter Malaysia yang menghina Indonesia. "Saya bilang enggak usah marah. Kalau kita dibilang anjing, enggak usah marah. Kalau kita anjing, dia (Malaysia, red) taiknya," kata Nanan sambil tertawa.


Ucapannya yang nyeleneh ini pun langsung disambut tawa para tamu undangan termasuk Cak Nun.

"Tuh kan semua ketawa, jadi enggak usah marah-marah," sambungnya.

Nanan mengingatkan bahwa Indonesia harus tetap bangga menjadi bangsa yang besar. Menurutnya tak ada yang dapat mengkerdilkan Indonesia, asalkan semua masyarakatnya bersatu dan damai. Ia meminta tak ada yang terprovokasi dengan video berisi cacian suporter Malaysia tersebut.

Seperti yang diberitakan, telah beredar video yang diunggah Indosportnews di situs YouTube pada 27 November 2012. Video itu memperlihatkan betapa provokatifnya pendukung Malaysia. Tayangan berdurasi 1 menit 48 menit itu berjudul "Malaysia Injak Harga Diri Indonesia di Bukit Jalil".

Pengunggah video memberi catatan, "Yel-yel ''tiruan'' yang diteriakkan pendukung garis keras Timnas Malaysia bakal sangat membuat kuping  panas."

Yel tersebut diteriakkan pendukung garis keras, Ultras Malaysia. 
sumber : JPPN



Suporter Teriaki 'Indonesia Itu Anjing', Malaysia Harus Minta Maaf

Penghinaan yang dilakukan suporter Timnas Malaysia kepada Indonesia jika tidak ditangani secara baik dan arif akan menggoyahkan hubungan para elit dan pemimpin negara-negara ASEAN. Pemerintah Malaysia harus meminta maaf agar publik di Indonesia tenang.

Aksi Massa Menentang Malaysia (ist)
Aksi Massa Menentang Malaysia (ist)

Pernyataan itu disampaikan pengamat politik luar negeri Hikmahanto Juwono kepada wartawan menyikapi penghinaan suporter Timnas Malaysia yang meneriakkan yel-yel 'Indonesia itu Anjing'. Penghinaan itu terekam dalam video yang diunggah di situs Youtube.

Menurut Hikmahanto, penghinaan terhadap Timnas Indonesia dalam ajang Piala AFF 2013 itu menjadi peringatan serius bagi elit negara-negara di ASEAN. "Oleh karena itu para elit di negara ASEAN tidak boleh memandang fenomena ini sebagai suatu hal yang remeh. Hal itu dapat mengagalkan cita-cita membentuk Masyarakat ASEAN," tegas Hikmahanto.

Secara hukum internasional, kata Hikmahanto, Indonesia memang tidak bisa berbuat banyak atas ulah suporter itu. Namun demikian, pemerintah kedua negara tidak bisa tinggal diam, dan harus dapat memagari dan mengisolasi masalah itu.

Diberitakan sebelumnya, di situs Youtube ada dua jenis video rekaman aksi supoter Timnas Malaysia yang menghina Indonesia. Pada video pertama, rekaman diupload oleh 'mansmakin' pada 25 November 2011. Setelah video itu, diupload sejumlah rekaman aksi suporter Malaysia, yang kemungkinan pada ajang Piala AFF 2012. 



Sumber : itoday

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar