Sabtu, 17 November 2012

Pembentukan Komunitas ASEAN Kian Dimatangkan

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN di Phnom Penh, Kamboja, kali ini akan difokuskan untuk membahas persiapan pembentukan Komunitas ASEAN pada 2015.

 Pembentukan Komunitas ASEAN Kian Dimatangkan
Kunjungan Kenegaraan SBY di Laos (ANTARA/Setpres-abror)

"Sesuai yang dibahas sebelumnya di Jakarta dan di Bali, fokus dari pertemuan puncak akan diarahkan pada kesiapan ASEAN untuk menjadi Komunitas ASEAN pada 2015, sesuatu yang penting dan tonggak sejarah bagi organisasi ini sejak berdiri 1967 yang lalu," kata Presiden saat konferensi pers di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu (17/11), sebelum bertolak ke Kamboja untuk menghadiri KTT tersebut.

Presiden akan menghadiri pertemuan puncak KTT ASEAN di Phnom Penh, Kamboja, yang akan dilaksanakan pada 18-19 November yang akan dilanjutkan dengan pertemuan KTT Asia Timur pada keesokan harinya.


Presiden mengatakan para pemimpin ASEAN juga telah bersepakat agar pembahasan terkait komunitas ASEAN 2015 menjadi fokus dalam pertemuan puncak pada masa mendatang. "Pemimpin ASEAN bersepakat bahwa pertemuan puncak di Brunei Darussalam dan di Myanmar nanti harus betul-betul mempersiapkan segalanya untuk kita menjadi satu komunitas, baik di bidang politik-keamanan, perekonomian, dan kesejahteraan rakyat," kata Yudhoyono.

Sementara itu, terkait dengan pertemuan KTT Asia Timur yang juga menjadi satu rangkaian dengan KTT ASEAN, Presiden mengatakan Indonesia akan memastikan pembicaraan yang produktif guna mencapai stabilitas di kawasan. Hal itu mengingat munculnya ketegangan baru di Asia Timur antara Jepang dan China serta sengketa klaim Laut China Selatan yang belum terselesaikan.

Presiden meyakini masalah Laut China Selatan akan menjadi pembicaraan utama dalam KTT tersebut. Untuk itu, Presiden memastikan Indonesia akan berada di posisi yang jernih dan tepat guna memberikan kontribusi bagi penyelesaian sengketa tersebut sekaligus menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di kawasan itu.

"Kita berharap dalam pembahasan situasi di Laut China Selatan dan Asia Timur, Indonesia bisa berkontribusi untuk memastikan semua pihak memiliki komitmen yang kuat untuk menjaga sekali lagi stabilitas keamanan dan ketertiban kawasan kita," kata Presiden.

Sementara itu, Presiden mengatakan dirinya akan mengikuti berbagai rangkaian acara KTT ASEAN, KTT Asia Timur, pembicaraan dengan mitra ASEAN dalam ASEAN Plus One, serta dijadwalkan melakukan pertemuan bilateral dengan para pemimpin negara yang hadir.

Seusai dari Kamboja, Presiden akan melanjutkan kunjungan kerja ke Pakistan. Di sana, Presiden akan melakukan pertemuan bilateral, masing-masing dengan Presiden Pakistan, Azif Ali Zardari, dan PM Pakistan, Raja Pervaiz Ashraf. Pada 22 November, Presiden juga akan menghadiri KTT D8 yang beranggotakan Bangladesh, Indonesia, Iran, Malaysia, Mesir, Nigeria, Pakistan, dan Turki. Presiden dan Ibu Negara Ani Yudhoyono beserta rombongan direncanakan kembali ke Tanah Air pada Jumat (23/11).



Sumber : Koran Jakarta

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar