Jumat, 26 Oktober 2012

Naskah Sumpah Pemuda Dimanipulasi.?

Sejarah naskah Sumpah Pemuda tahun 1928 silan diduga dimanipulasi. Hal itu dikatakan Sejarahwan JJ Rijal dalam acara diskusi bertajuk 'Sumpah Pemuda di tengah sumpah serapah' di Cikini, Sabtu (27/10).

Naskah Sumpah Pemuda
Hasil Scan Naskah Sumpah Pemuda
Sumber : andy.web.id

Menurut Rizal, tidak ada kata-kata sumpah dalam naskah otentik Sumpah Pemuda yang dibuat pada tanggal 28 Oktober 1928. Hal ini diketahui Rizal dari pemberitaan surat kabar Sinpo, surat kabar pertama yang memberitakan hasil Kongres Pemuda II tahun 1928. "Di situ cuma ditulis putusan kongres. Disebut bahwa kami putra-putri Indonesia mengaku berbangsa satu, bangsa Indonesia. Tidak ada kata sumpah," kata Rizal.


Rizal menduga ada kesengajaan mengubah isi teks Sumpah Pemuda yang dilakukan setelah tahun 1950an dimana banyak terjadi pemberontakan di daerah. Penyusupan kata sumpah dimaksudkan untuk menciptakan kesakralan dalam keputusan hasil Kongres Pemuda II tahun 1928. Sehingga, sambung Rizal, pemuda akan berpikir dua kali apabila ingin melanggar tiga poin dalam keputusan kongres tersebut. "Diproduksi tahun 50an supaya berkaitan dengan Sumpah Palapa. Pakai sumpah juga supaya sakral. Kalau kita keluar dari sumpah itu maka celaka lah," papar Rizal.

Peserta Kongres Pemuda II
Peserta Kongres Pemuda II

Dari segi sejarah, Rizal menilai manipulasi dalam teks Sumpah Pemuda tersebut sangat mengganggu. Ia berharap kebohongan sejarah ini bisa diluruskan.

Anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar, Poempida Hidayatullah, tak memusingkan ada tidaknya kata sumpah dalam teks asli Sumpah Pemuda tahun 1928. Pasalnya, peristiwa Sumpah Pemuda telah menjadi legitimasi perjuangan pemuda hingga saat ini. Hanya saja, Poempida menilai bahwa tiga poin dalam Sumpah Pemuda sudah tidak relevan dengan masa sekarang.

Menurutnya, perlu ditambahkan satu poin lagi yakni sumpah satu sejahtera. "Harus ditambah satu sejahtera. Karena jika kesejahteraan tidak dirasa pemuda maka gagal sudah negara ini," ujar politisi berusia 40 tahun tersebut.


gambar : operadewa.wordpress.com


SUmber : Jurnas

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar